Saturday, August 29, 2009

Siapa biLaNg HonoRer gAG menJanjikan!!!!



Awalnya pekerjaan yang ku jalankan ini sungguh membuat setengah harga diri dan ambisi ku terampas Mimpi ku terlalu beSar jika dibanding dengan yang terjadi saat ini Pekerjaan yang ku anggap tak memberikan status sosial lebih tinggi daripada menganggur Yah jujur aku sempat tak ingin berlama-lama di lingkungan yang seperti sekarang ini Yah jujur ku sempat tak menyadari berkat itu Yah jujur aku kecewa...expectasi ku ??????? hfffhhhhff..tertundaa Setelah 1 tahun berjalan Setelah pergantian kepala Sekolah Setelah ku diberi tanggung jawab dalam penyusunan Laporan Keuangan Betapa ku sesali, aku pernah menghina pekerjaan ini Justru kusadari bahwa pekerjaan dan tanggung jawab sangatlah penting Sehingga saat ini Tata usaha bisa dibilang sebagai kaki tangan Kepala Sekolah, atau bisa dibilang seperti Wakil Kepala Sekolah..haha andai-andainya ketinggian Sistem Kerja ku sangatlah menyenangkan Masuk kerja jam 12.30 dan pulangnya 17.00 WIB Gaji yang kuterima pun setara UMR ditambah honor dari kegiatan lain-lain Gak perlu beli banyak kemeja karena emang harus pake seragam..irit baju.. Aku tak perlu mengeluarkan uang makan siang Aku tak perlu banyak menggunakan bensin karena jaraknya memang dekat dari rumah Jika waktu liburan anak sekolah, aku juga ikut libur..santaiiiii the last but not least..Tidak ada sistem kontrak..jadi gak ada yang namanya PHK dech Ditambah lagi ada tunjangan fungsional dari pemda diluar gaji lochhh Wow...ini sungguh luar biasa bukan Coba kita bandingkan dengan karyawan swasta Sistem kontrak yang singkat, gaji yang bisa dibilang pas Sementara biaya makan siang dan transportasi pun tinggi Selain tu sebagaian perusahaan tak memiliki seragam jadi mesti punya stock baju yang banyak deh Terusss biaya make up yang gak kecil juga kan Sistem jam kerja juga full dari pagi mpe sore...hard worker bgt tuh kayak idealisme gue padahal Setelah dipikr-pikir jadi tenaga honorer di SD Negeri gag jauh beda loh ma swasta yah mungkin gaji lebih besar sedikit lah tapi kebutuhannya juga banyak Kalo diliat dari segi waktu, menguntungkan di SD Negeri donk...hohoho Fenomena yang terjadi saat ini, banyak sarjana non pendidikan yang banting setir ke dunia pendidikan karena dilihat peluang kerja yang stabil dan menjanjikan Makanya sekarang banyak banget kan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer Kenapa???karena pemerintah sekarang sudah memperhatikan kesejahteraan guru Cuma emang butuh kesabaran dan kerja keras serta jeli liat peluang Mo jadi PNs yah mesti usaha mati-matian baik kemampuan akademik maupun keuangan..hohoho Buat temen" sesama honorer khusunya Tata Usaha SD Negeri di Jakarta Semangat yah..peran kita sangat dibutuhkan loh Jadi baik-baik lah ma Kepala Sekolah biar dibantuin kalo ada pengangkatan Yang gue denger sih katanya Tata Usaha mau diangkat loh gag lama lagi Yah sabar ajah dan terus berdoa serta bersosialisasi dengan para pejabat yang berkaitan Semoga kita semua diangkat dan segera menjadi PNS...SEMANGATTTT Siapa bilang honoRer gag menjAnjikannn!!!! Dengan adanya Tata Usaha bisa membntu dalam menciptakan Sekolah yang manajemen serta laporan keuangannya baik dan akuntabel..jadi Angkatlah kami segera pak SBY... ^.^ :) ;^)

Sunday, August 2, 2009

Bagaimana menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah yang baru ?

Terinspirasi dari buku yang beberapa waktu lalu saya baca sehingga muncul keinginan untuk membuat sinopsis dari salah satu bab dalam buku tersebut. Sebuah buku karya Dale Carnegie (1995). Tulisan ini sebagai bentuk apresiasi saya terhadap karya Beliau yang sungguh membuat saya ingin lebih banyak lagi mengetahui seluk beluk ilmu psikologi, tentunya secara otodidak bukan secara formal.


Mempelajari manusia berbeda sekali dengan mempelajari benda mati. Hal ini mungkin disebabkan manusia memiliki perasaan yang berbeda dan bisa berubah sehingga perlakuan terhadap manusia akan sangat berbeda antara individu yang satu dengan yang lain. Dalam menghadapi orang lain kita diharuskan lebih hati-hati dalam bertutur kata maupun bertindak karena “karena sekali saja kita menyakiti hati orang lain, kita tidak akan pernah bisa memenangkan hatinya kembali”.


“I’m ordinary person”. Sebuah ungkapan yang tidak asing bukan. Ungkapan itu sangat penting dalam hidup saya agar bisa memposisikan diri saya dalam suatu lingkungan sosial dan diterima dengan baik. Setiap manusia pada hakekatnya memiliki kekurangan dan kelebihan, dimana menjadi kewajiban kita untuk menutupi kekurangan yang ada dengan cara yaitu mengembangkan semua potensi dan talenta di dalam diri kita dengan catatan bukan untuk tujuan menyombongkan diri. Saya percaya jika kita percaya diri dalam setiap kegiatan maka niscaya orang lain tidak akan berpikir untuk mencari kelemahan kita.


Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita sering berselisih paham dengan orang lain bukan, dan tidak semua orang pandai dalam menyelesaikan masalah dengan prinsip win-win solution, bahkan sebaliknya terkadang justru masalah semakin keruh dan berakibat fatal. Apa yang menjadi penyebab hal tersebut?. Dari buku Dale Carnegie dijelaskan bahwa kebanyakan orang dalam menyelesaikan masalahnya dengan mengkritik orang yang menjadi sumber masalah. Padahal “dengan mengkritik akan melukai rasa kebanggaan seseorang dan justru akan membangkitkan rasa benci” (hal 26). Sifat dasar manusia adalah “hasrat untuk menjadi penting”. Lalu pertanyaannya “Bagaimana menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah yang lain”.


Beberapa waktu yang lalu, saya terlibat selisih pendapat dengan seorang sahabat yang saya sayangi dan kagumi dimana saya akui saya langsung mengkritik bahwa pendapatnya salah dan menyudutkannya. Seperti yang saya tulis di atas, perasaan sahabat saya tersebut terluka dan sampai saat ini saya kehilangan dirinya. Ya, saya menyesal melakukannya dan saya benar-benar tidak mengharapkan hasil akhir seperti itu. But show must go on and i know we both still loving as friend. Jika saya bisa mengulang waktu, pastinya saya ingin terlebih dahulu membaca buku Dale Carnegie ini sehingga saya bisa menyelesaikan masalah ini tanpa harus merusak hubungan kami sebagai sahabat. Tapi mungkin saya akan lebih berharap lagi bila masalah ini tidak perlu ada dan aku memiliki rasa pengertian sebagai sahabat yang lebih besar lagi.


Kesimpulan yang saya ambil, dalam menyelesaikan masalah, hal-hal yang mungkin bisa dipertimbangkan untuk dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Ajaklah lawanmu (orang yang berselisih denganmu) duduk satu meja.

2. Ciptakan suasana santai dan bersahabat.

3. Mulai dengan sedikit obrolan basa-basi sambil mengatur nafas dan emosi.

4. Carilah hal-hal yang Anda sukai darinya sehingga Anda merasa bangga dan tertarik untuk melakukan diskusi pembicaraan dengannya. (membangkitkan minat orang lain untuk melakukan apa yang kita ingini tanpa tindakan paksaan).

5. Carilah hal-hal yang membuat kalian seia sekata sebagai teman, sahabat, partner kerja, dsb.

6. Selingi pembicaraan dengan sedikit lelucon untuk mencairkan ketegangan dan mengurangi rasa ingin mengkritik lawan bicara.

7. Mulailah mengutarakan hal-hal yang mengganjal hati Anda dan tanyakan pendapatnya. (Posisikan bahwa Anda sedang berselisih pendapat dengan orang lain bukan dengannya).

8. Dengarkan pendapatnya dan berikan penghargaan dengan memberi persetujuan terhadap pendapatnya tersebut.

9. Tanyakan tanggapannya jika Ia berada dalam posisi Anda dan tindakan apa yang akan dilakukan.

10. Jabat tangannya (berikan pelukan seorang teman, sahabat, keluarga jika anda berdua seorang perempuan) dan katakan bahwa “ Anda bangga menjadi sahabatnya dan ingin menjadi sahabat yang lebih pengertian ”.


Langkah-langkah di atas secara eksplisit tidak menunjukkan solusi terhadap masalah yang sedang mereka hadapi tetapi lebih menekankan tentang “Bagaimana kita bisa melihat masalah dari sisi pandang sumber masalah dan menerima pemikiran orang lain dan tidak memaksakan pemikiran kita. Sehingga tercipta hubungan yang saling menghargai terhadap masing-masing individu dan pendapatnya dan mendapatkan hasil akhir yang sungguh baik yaitu tidak adanya hati yang terluka dan hubungan Anda dengannya tidak terganggu atau mungkin lebih baik ke depannya. Tingakt keberhasilan langkh ini tergantung pada masing-masing individu tersebut.


Pertanyaan baru muncul di benak saya an mungkin Anda bisa merasakannya bahwa Apakah saya atau pembaca dapat dengan mudah mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari? Saya rasa memang bukan perkara yang mudah karena hal ini menyangkut karakteristik pribadi masing-masing individu tetapi ada satu ungkapan yang saya yakini yaitu : “People Change” so Nothing Impossible in this world. Semoga apa yang saya tulis ini bermanfaat bagi perkembangan jiwa saya dan semoga juga Anda.


Thanks to Dale Carnegie atas karyanya yang berjudul “ Bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain” yang sudah mengubah cara pandang saya dalam menghadapi perilaku orang lain.